Serambi Indonesia
Selasa, 23 Juni 2009 Perdamaian Aceh Kerja Semua Pihak
BANDA ACEH - Keberhasilan proses perdamaian di Provinsi Aceh merupakan kerjasama semua, baik Pemerintah Indonesia, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan seluruh elemen masyarakat di daerah itu. “Semua pihak memiliki komitmen yang tunggu dalam menyelesaikan persolan Aceh,” kata General Manager PACTA (Peace Architecture and Conflict Transformation Alliance), Juha Cristensen di Banda Aceh, Rabu (24/6).
Juha yang juga merupakan salah satu tokoh kunci dalam proses perdamaian Aceh mengatakan, proses perdamain ibarat sebuah “tim bola” antara RI dan GAM yang sama-sama memiliki komitmen dan peran penting dalam hal melaksanakan perdamian di provinsi paling ujung Sumatra itu. “Semua pihak ikut andil bagian dalam proses perdamaian, antara lain, presiden dan wakil presiden serta pihak GAM serta semua pihak yang sangat komitmen dengan persoalan Aceh,” kata pria yang dipercaya sebagai perwakilan InterPeace di Aceh.
InterPeace adalah sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di Jenewa, Swiss dan bertugas memantau proses perdamaian dan implementasi UU No.11/2006 tentang Pemerintahan Aceh, setelah Tim Aceh Monitoring Mission (AMM) meninggalkan Aceh. Menanggapi adanya klaim tokoh paling berperan dalam proses perdamain Aceh, Juha enggan memberi komentar lebih banyak saat ini. “Saya tidak akan memberikan pendapat dulu siapa yang paling berperan dalam hal ini. Setelah pilpres nanti baru akan saya beri tahu siapa yang paling berperan dalam perdamaian di Aceh,” katanya.