Kamis, 12 Juni 2008 Proyek Puskesmas Tangse Ditelantarkan
(SIGLI) - Proyek rehab gedung Puskesmas, Kec. Tangse, Kab. Pidie telah lama dibiarkan terlantar...
Proyek Puskesmas Tangse Ditelantarkan
(SIGLI) - Proyek rehab gedung Puskesmas, Kec. Tangse, Kab. Pidie telah lama dibiarkan terlantar. Padahal, dana pembangunannya telah habis ditarik rekanan kontraktor. Demikian sejumlah sumber Waspada, Rabu (11/6) menyebutkan.
Kadiskes Pidie, dr. H. Abd. Hamid, Msi kepada Waspada, Rabu (11/6) membenarkan pembangunan proyek rehab gedung Puskesmas, Tangse telah lama dihentikan pembangunannya. Alasannya, dana yang dialokasikan dari APBN tahun 2006 tidak cukup.
"Kalau soal dana telah ditarik habis oleh rekanan, kami tidak tahu. Soalnya proyek itu dikelola oleh Dinas Kesehatan Provinsi NAD, sebab sumber dananya dari APBN tahun 2006. Namun sepengetahuan kami, dananya tidak cukup, lalu dihentikan," ungkap dr. H. Abd. Hamid.
Kata dia, proyek itu dikerjakan tidak lama, hanya sekira satu bulan dan setelah itu pihaknya mendapat informasi dari Dinkes NAD pembangunan proyek rehab gedung Puskesmas Tangse untuk sementara dihentikan dan akan dilanjutkan tahun selanjutnya dengan menggunakan dana APBN. Tetapi karena pada tahun 2007 dana APBN terbatas, maka proyek itu tidak dilanjutkan.
"Kita mau mengusulkan dalam APBK Pidie 2008, namun kita khawatir tumpang tindih. Makanya kita tidak mengusulkan. Tetapi kalau ke provinsi kita mengusulkan kembali supaya bangunan Puskesmas itu cepat dirampungkan," ujar Kadiskes Pidie.
Anggota DPRK Pidie, Muhammad Junaidi, SP, Msi dalam lawatannya beberapa waktu lalu ke Puskesmas Tangse merasa prihatin terhadap rehab bangunan yang dikerjakan setengah-setengah itu. Mestinya, Dinkes Pidie maupun provinsi hendaknya mengawasi ketat pelaksanaan pembangunan proyek tersebut, sehingga tidak menimbulkan kekecewaan masyarakat.
Padahal, pemerintah telah mengalokasikan dana yang cukup untuk pembangunan Puskesmas, tetapi dalam pelaksanaannya ditelantarkan. Ia menduga terhentinya pembangunan proyek tersebut disebabkan ada unsur penyimpangan anggaran. Sebab, tidak mungkin jika dana pembangunan proyek tersebut bersumber dari APBN tidak cukup, karena segala sesuatunya telah diperhitungkan matang-matang.
Dugaan adanya penyimpangan, karena kurangnya pengawasan dari pihak terkait terhadap proses pembangunan yang dilakukan rekanan di daerah terpencil seperti Tangse yang jauh dari pantauan media dan pihak-pihak yang kritis terhadap pembangunan.
"Sehingga pekerjaannya ya seperti ini, tidak jelas. Ini kita harapkan supaya dinas terkait dapat mencari penyebab terhentinya proyek tersebut. Kasihan masyarakat yang mau berobat ke Puskesmas. Tapi bangunannya hancur-hancuran," ungkap politisi Golkar itu. (b20)
Teks Foto: Terbengkalai: Inilah salah satu bangunan Puskesmas, Kec. Tangse, Kab. Pidie bantuan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias yang telah dibiarkan terbengkalai oleh rekanan, sedangkan dana proyek diduga telah dicairkan semua. Tampak anggota DPRK Pidie Muhammad Junaidi, SP. Msi sedang memperhatikan bangunan itu, Senin (9/6). Credit Foto: Waspada/Muhammad Riza