Jum`at, 23 Mei 2008
Penulis : M. Sambo RCTI Peduli Rampungkan 40 Unit Rumah
Lhokseumawe,
acehmagazine.com
Sedikitnya
empat puluh unit rumah tipe 45 plus, dan satu unit musalla, rampung dibangun
dibangun di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Bantuan
untuk korban tsunami itu datang dari pemirsa televisi swasta nasional, RCTI
melalui rekeningpemirsa RCTI Peduli. Empat
puluh unit rumah itu diberi nama "Rumah Terpadu RCTI Peduli".
Menurut rencana, komplek terpadu RCTI Peduli tersebut, akan diserahkan kepada pemiliknya, akhir Mei
ini. Untuk kelancaran pembangunannya, pemerintah kabupaten Aceh Utara
menyediakan lahannya. Rumah yang dibangun di atas tanah seluas sekitar dua
hektar itu akan diresmikan oleh Menteri Perumahan dan Kependudukan RI.
Gilang Iskandar, salah seorang pengurus RCTI Peduli,
Sabtu (24/5) menyebutkan, rumah tersebut dikhususkan bagi korban tsunami yang tanah
dan rumahnya hancur dihantam gelombang tsunami 26 Desember 2004 lalu. "Jadi,
khusus bagi korban tsunami yang tidak punya tanah dan tidak punya rumah," ujar Gilang.
Dia menyebutkan masih dalam rencana awal, rumah dan
musallah tersebut akan diresmikan akhir bulan ini, namun itu tersebut sangat
tergantung kepada komitmen pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Di mana dalam MoU,
antara Pemda Aceh Utara dengan RCTI
Peduli, bahwa RCTI hanya membangun
rumah dan dan fasilitas lainnya. Sementara pemerintah setempat membangun sarana
pendukung, seperti jalan masuk, jalan lingkungan dan fasilitas sanitasi
lainnya.
Untuk itu, Gilang berharap pemerintah setempat segera
merealisasi fasilitas tersebut. Agar masyarakat korban tsunami segera dapat
menempati rumah, yang memang sudah ditunggu-tunggu. Sebelumnya RCTI Peduli,
juga telah merampungkan dan telah menyerahkan satu ruang UGD untuk Rumah Sakit
TNI AD, di Banda Aceh. Satu unit Pesantren Terpadu, untuk korban tsunami di
Banda Aceh. Bantuan lainnya yang telah dirampungkan RCTI Peduli, yakni dua unit
Pesantren Terpadu di Kabupaten Pidie Jaya, dan rehab masjid serta Yayasan Yatim
Piatu di kabupaten yang sama. [M.Sambo]