Kamis, 15 Mei 2008
Penulis : Ansar Palang Merah Inggris Tinggalkan Aceh
Aceh
Besar, acehmagazine.com
British
Red Cross Society (Palang Merah Inggris) akan segera meninggalkan Aceh seiring
dengan berakhirnya Program Livelihood di Aceh. Selama menjalankan tugas
manusiaan di Aceh, total bantuan yang sudah disalurkan selama Program Pemulihan
Tsunami itu mencapai Rp92 miliar untuk 11.335 individu dan 9.259 keluarga
korban tsunami di Aceh Jaya dan Aceh Besar.
Manager Program
Livelihood BRCS Joy Singhal, dalam rilisnya kepada wartawan, Jumat (16/5) menyebutkan
program Livelihood itu berakhir pada Mei ini. “Acara penutupannya berakhir hari
ini Kamis (15/5) di Lhok Nga, Aceh Besar,” ujar pria asal Inggris ini.
Singhal menyebutkan,
program Livelihood BRCS dilaksanakan dalam tua tahap. Kata dia pada tahap
pertama. mereka menyediakan bantuan tunai sejumlah Rp10 juta kepada 5.818 rumah
tangga korban tsunami di 48 desa di Aceh Jaya dan Aceh Besar pada 2005-2006.
"Total bantuan tunai tahap pertama mencapai 65 miliar rupiah," kata
dia.
Sedangkan
pada tahap kedua, dimulai pada 2007 yang menjangkau 34 desa di Aceh Besar dan
Aceh Jaya. Bantuan tunai tersebut diberikan kepada 3.160 perempuan dengan
jumlah Rp5 juta masing-masing perempuan manula dan orang cacat.
"Program
ini telah menyediakan dukungan langsung kepada 2.152 perempuan, 709 kaum manula
dan 16 orang cacat. Total dukungan tahap II melalui bantuan tunai indivisu
adalah Rp16 miliar," ungkap Singhal yang didampingi staf komunikasinya
Ester Dina Sihombing.
Singhal menambahkan,
160 kelompok juga menerima dana bantuan dengan jumlah beragam untuk mendukung
kegiatan-kegiatan mata pencaharian kolektif, dukungan finansial yang diberikan
kepada kelompo dengan jumlah Rp5.3 miliar. "Program ini juga mendukung 25
proyek masyarakat dengan jumlah Rp1.4 miliar," ujar Singhal.
Selain
itu, tambanya, sebagian dana bantuan livelihood, BRCS juga guna mendukung
penyediaan dana pendidikan bagi 348 anak yatim piatu selama dua tahap itu
dengan dukungan dana bantuan mencapai Rp27 miliar.
Menurut
dia kemajuan substansial program Livelihood yang dicapai BRCS pada 2007 berkat
kerja keras tim livelihood di Indonesia
yang tinggal tinggal di desa-desa untuk mencapai tujuan program. "Untuk
proses tersebut, BRCS bermitra dengan Palang Merah Indonesia," ungkap Singhal. [ansar]