Peneliti dari Aceh Peace Advisory Committee (APAC), DR Islahuddin (kiri), Mawardi Ismail, MHum dan Dr Rizal Sukma (kanan) memaparkan hasil kajian tentang penguatan perdamaian Aceh, dalam seminar di Jakarta, 25 Januari 2010. Seminar dihadiri oleh pejabat pemerintah pusat dan daerah, negara donor dan LSM. [Photo/ARF]
DEWASA ini lembaga adat “Haria Peukan” nyaris tak terdengar lagi eksistensinya baik di dalam perbincangan sehari-hari maupun di arena Hukum Adat Aceh. Lembaga adat ini sedang mati suri seiring dengan dieliminirnya peran dan fungsi pemerintahan mukim oleh rezim Orde Baru. Telah terbukti bahwa kerasnya penetrasi system hukum dengan paradigma politik sentralitistik, mengakibatkan beragam budaya local dengan segala kearifan tradisonalnya menjadi terpinggirkan, lalu sirna ditelan masa.
Senin, 25 Januari 2010 | Tempo Interaktif Ketidaksinkronan Pusat dan Daerah Hambat Penguatan Perdamaian Aceh
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kendati keamanan di Aceh sudah kondusif, masih ada beberapa permasalahan dan hambatan dalam pemeliharaan perdamaian di Bumi Serambi Mekkah tersebut. Hal itu disampaikan oleh Inspektur Jenderal Drs Budi Utomo, Ketua Desk Aceh di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, dalam seminar yang bertema 'Bina Perdamaian di Aceh: Memacu Pembangunan, Mencegah Konflik'.
Selasa, 24 November 2009 | ARF News Aceh Perlu Banyak Pembenahan Jakarta – Forum bersama (Forbes) Aceh yang
terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah
(DPD) asal Aceh, menilai perlunya sebuah kajian yang komprehensif di Aceh, mengingat
masih banyak yang perlu dibenahi. Tujuannya untuk menentukan bagaimana arah
pembangunan dan perdamaian yang berkelanjutan di Aceh.
Kamis, 19 November 2009 | ARF News Perlu Kajian Berkelanjutan untuk Penguatan Pemerintahan Aceh Banda Aceh - Guna menguatkan kapasitas pemerintahan
dan masyarakat di Aceh, perlu dilakukan berbagai kajian dan penelitian
berkelanjutan dalam berbagai bidang, terutama menyangkut perdamaian dan
pembangunan berkelanjutan. Hasil kajian nantinya dapat disampaikan kepada
pembuat kebijakan, untuk diimplementasikan.
Senin, 12 Januari 2009 | Sinar Indonesia Baru Ada Indikasi Aceh Digiring ke Konflik
Banda Aceh (SIB), Sosiolog Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, Dr Saleh Sjafei, menyatakan ada indikasi bahwa pihak-pihak tertentu untuk menggiring Aceh ke arah konflik.